 |
| Gambar ilustrasi Imam Baqir |
Pada postingan ke-4 di bulan April ini masih menyajikan kata – kata mutiara. Kali ini kumpulan kata mutiara yang berasal dari Imam Baqir atau lengkapnya Muhammad al-Baqir bin Ali bin Husain (676–743), Dia adalah ulama sekaligus imam dan mendapatkan penghormatan yang tinggi di kalangan Sunni karena pengetahuan agamanya.. Selamat membaca dan menghayatinya ……
Hadiah Illahi
“Allah akan memberikan hadiah bala` kepada
hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa
hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang
dokter menjaga orang yang sakit”.
Jujur dan melaksanakan
amanat
“Bersikaplah wara’, berusahalah selalu,
jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik
maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan
amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.
Perbedaan antara ghibah
dan tuduhan
“Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang
dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui
oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak
dimiliki olehnya”.
Pencela dibenci Allah
“Allah membenci pencela yang tidak memiliki
harga diri”.
Tanda-tanda rendah hati
“(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika)
engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu,
mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun
engkau benar”.
Menjaga harga diri
adalah ibadah terbaik
“Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan
kemaluan”.
Sumber dosa adalah tidak
kenal Allah
“Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang
mengenal-Nya”.
Akal adalah makhluk
Allah terbaik
“Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman
kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia
pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak
pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan
menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan,
siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.
Hisab atas dasar akal
“Sesungguhnya Allah akan menghisab
hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah
dianugerahkan kepada mereka di dunia.”
Pahala guru dan murid
“Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu
adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki
kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan
ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya
kepadamu”.
Dosa mufti yang tidak
berilmu
“Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu
yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa
orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.
Ulama neraka
“Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat
ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia,
maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki
kecuali oleh ahlinya”.
Tanda-tanda seorang
faqih
“Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid
terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah
SAW”.
Bergurau tanpa mencela
“Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai
orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa
cela-mencela”.
Azab untuk tiga kriteria
“Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan
meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali
silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah
berperang melawan Allah”.
Yang disukai Allah
“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah
engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.
Kontinyu dalam doa
“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa
kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.
Berdoa di waktu ashar
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak
berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit,
karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan
hajat-hajat penting dikabulkan”
Semoga bermanfaat.