Minggu, 27 Oktober 2013

Daftar Propinsi di Indonesia tahun 2013 Beserta Ibukotanya

        Seiring dengan perubahan regulasi pemerintahan di Indonesia, ada beberapa perubahan pada tatanan pemerintahan daerah propinsi. tidak hanya adanya pemekaran propinsi juga  perubahan letak ibukotanya pada propinsi-propinsi tertentu di Indonesia . Berikut ini adalah daftar propinsi dan ibukotanya yang terbaru tahun 2013.

No
Propinsi
Ibukota

PULAU SUMATERA
1
NANGGRO ACEH DARUSALAM
BANDA ACEH
2
SUMATERA UTARA
MEDAN
3
SUMATERA BARAT
PADANG
4
SUMATERA SELATAN
PALEMBANG
5
RIAU
PEKANBARU
6
KEPULAUAN RIAU
TANJUNG PINANG
7
JAMBI
JAMBI
8
BENGKULU
BENGKULU
9
LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
10
BANGKA BELITUNG
PANGKAL PINANG

PULAU JAWA
11
BANTEN
SERANG
12
DKI JAKARTA
JAKARTA
13
JAWA BARAT
BANDUNG
14
JAWA TENGAH
SEMARANG
15
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
16
JAWA TIMUR
SURABAYA

PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI
17
NUSA TENGGARA BARAT
MATARAM
18
NUSA TENGGARA TIMUR
KUPANG
19
BALI
DENPASAR

PULAU KALIMANTAN
20
KALIMANTAN BARAT
PONTIANAK
21
KALIMANTAN TENGAH
PALANGKARAYA
22
KALIMANTAN SELATAN
BANJARMASIN
23
KALIMANTAN TIMUR
SAMARINDA
24
KALIMANTAN UTARA
TANJUNG SELOR

PULAU SULAWESI
25
SULAWESI UTARA
MANADO
26
SULAWESI TENGAH
PALU
27
SULAWESI TENGGARA
KENDARI
28
SULAWESI SELATAN
MAKASAR
29
SULAWESI BARAT
MAMUJU
30
GORONTALO
GORONTALO

KEPULAUAN PAPUA DAN MALUKU
31
MALUKU UTARA
SOFIFI
32
MALUKU
AMBON
33
PAPUA
JAYAPURA
34
PAPUA BARAT
MANOKWARI

Semoga bermanfaat.

Jumat, 27 September 2013

Arti Penting Mempelajari Lingkungan Hidup

Pemahaman konsep melalui pengetahuan merupakan suatu modal untuk dapat menjadikan seseorang lebih dewasa dalam arti perubahan tingkah laku. Selanjutnya , perkembangan intelektual seseorang sejalan dengan kesiapan yang dimilikinya, sehingga pengetahuan sebuah konsep merupakan hal yang penting untuk perkembangn selanjutnya. Hal ini mengandung arti : jika seseorang diharapkan agar memiliki sikap dan prilaku yang diinginkan terhadap obyek maka terlebih dahulu harus memiliki pengetahuan dengan obyek tersebut. Hal ini juga berlaku dalam studi lingkungan hidup. 
Campur tangan terhadap keberadaan lingkungan alam berawal dari faktor-faktor kepribadian manusia yang diekspresikan melalui prilaku. Prilaku lingkungan yang bertanggung jawab bisa terbina melalui kombinasi berbagai faktor yang melatar belakangi seperti ketrampilan bertindak, pengetahuan mengenai strategi bertindak , pengetahuan mengenai isu lingkungan dan factor-faktor pribadi yang terdiri atas sikap, kontrol dan tanggung jawab pribadi.                                              
Manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan untuk menyebar dan mengatur permukaan bumi sesuai dengan keinginannya cenderung untuk mendominasi bumi baik dilihat dari sudut tata ruang fungsional maupun structural. Kerusakan alam yang terjadi pada dasarnya lebih dititikberatkan pada kemampuan manusia untuk melihat dengan jangkauan jauh melampaui batas kepentingan sendiri di samping kemampuan dalam melihat kenyataan yang  sebenarnya dalam kehidupan (Soerjani,1992:1). Kerusakan lingkungan merupakan manifestasi pengembangan dari permasalahan social dan lingkungan yang saling terkait.